MAGAZINES: MELEWATI ZAMAN DAN PERGERAKAN BUDAYA

Authors

  • Hendri Prasetya Fakultas Ilmu Komuniksi, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

DOI:

https://doi.org/10.32509/wacana.v5i17.278

Abstract

Setiap kemajuan teknologi komunikasi yang lahir tidak hanya membawa iklim kompetisi yang semakin rumit, tapi juga menebarkan kematian bagi media lawas lain yang tak mampu menyainginya. Antara lain adalah majalah cetak. Perkembangan teknologi komunikasi yang muncul selalu saja meneriakkan pesimisme "inilah kematian majalah sebagai media komunikasi !". 'Televisi akan segera membunuh majalah" itu yang mereka katakan pada dekade tahun 50- an, namun kenyataannya tidak pernah terjadi. Pada tahun 80-an mereka memastikan kejayaan majalah segera lengser setelah muncul TV kabel, itupun tak terbukti. Hingga memasuki era tahun 90-an, CD- ROM dan Internet hadir sebagai media baru, majalah tetap hidup dan bahkan dengan kreatif membaur menjadi pendamping yang serasi dari setiap media baru yang ada. Para penggila Komputer bahkan banyak menggantung kan informasinya dari majalah khusus computer (PC World) Majalah menjadi artefak budaya yang efektif dan meluas melewati masa-masa perkembangan genre media komunikasi.

References

La Rose & Straubhaar, 2000, Media Now- Communication Media in the Information Age 2nd ed, Wadsworth.CA.

The 1996/1997, 1996, Magazine Handbook: A ComprehensiveGuide for Advertiser, Ad Agencies and Magazine Marketer, Magazine Pubis.of America, NY.

Johnson,Sammyne, Patricia Parijatel, 2000, Magazine Publishing,

Contemporary Publsh Group, Illinois.

Thompson, John B., 1995, The Media and Modernity a Social Theory of the Media, Polity Press.CA.

------------1990, Critical Social Theory in the Era of Mass

Communication, Stanford University Press, CA.

Sri Mustika, Jurnal Komunika "Fenomena Arus Globalisasi Media di

Indonesia", 2003.

Downloads

Published

2006-12-31

Issue

Section

Articles