SEMEN TRIKALSIUM SILIKAT SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF UNTUK PENATALAKSANAAN HIPERSENSITIF DENTIN (Kajian Pustaka)
DOI:
https://doi.org/10.32509/jitekgi.v13i1.852Keywords:
semen trikalsium silikat, hipersensitif dentin, tubuli dentin, penutupan tubuli, permeabilitas dentinAbstract
Hipersensitif dentin adalah rasa sakit yang timbul khususnya sebagai respon terhadap rangsangan suhu, uap, kimiawi, taktil atau osmotik pada dentin yang terbuka. Hal ini berkaitan dengan terbukanya dentin karena hilangnya email oleh proses abrasi, erosi atau terbukanya permukaan akar gigi akibat resesi gusi atau perawatan periodontal. Rangsanganrangsangan ini akan menyebabkan pergerakan cairan dentin di dalam tubuli dentin yang terbuka sehingga menimbulkan eksitasi saraf dan rasa sakit. Rasa sakit yang timbul pada hipersensitif dentin memiliki variasi sifat yang ekstrim mulai dari kisaran intensitas tidak nyaman sampai sakit sekali. Meskipun berbagai pilihan perawatan menyatakan keberhasilannya dalam menghilangkan keluhan hipersensitif dentin, saat ini belum ada satupun bahan desensitisasi yang dianggap ideal untuk penatalaksanaan kondisi ini. Semen trikalsium silikat kini telah diperkenalkan sebagai bahan kedokteran gigi yang bersifat bioaktif dan biokompatible. Reaksi hidrasi dari semen trikalsium silikat dengan air akan membentuk kalsium hidrat silikat dan reaksi pengerasan. Selama proses hidrasi, bahan ini tetap mampu meresap ke dalam tubuli dentin dan berpotensi memicu penutupan tubuli melalui pengendapan kristal hiroksiapatit. Penutupan tubuli dentin merupakan hal utama yang penting untuk desensitisasi. Penelitian secara in vitro pada semen kalsium silikat telah menunjukkan efektivitasnya dalam mengurangi permeabilitas dentin dan penutupan tubuli. Penggunaan semen trikalsium silikat secara klinis sebagai bahan desensitisasi, layak dipertimbangkan sebagai alternatif penatalaksanaan hipersensitif dentin.References
Suchetha A, Prasad BSK, Apoorva SM, Lakshmi P.
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi FKG UPDM(B) Sinta 15
Mei 2017Dentinal hypersensitivity-a review. India Journal of
Dental Sciences.2013;2(5):112-116.
Garg SK, Garg S, Mittal S, Yadav K. Dentin
hypersensitivity:an enigma. Indian Journal of Dental
Education.2013;3(6):139-145.
Davari AR, Ataei E, Assarzadeh H. Dentin
hypersensitivity : etiology, diagnosis and treatment;a
literature review. J Dent Shiraz Univ Med
Sci.2013;14(3):136-145.
Schmidlin PR, Sahrmann P. Current management of dentin
hypersensitivity. J Clin Oral Invest.2013;17:S55-S59.
Giovanna GM, Silvia F, David P, Gasparotto G, Carlo P.
Calcium silicate coating derived from Portland cement as
treatment for hypersensitive dentine. J
of Dentistry.2008;36:565-578.
Dong Z, Chang J, Deng Y, Joiner A. Tricalcium silicate
induced mineralization for occlusion of dentinal tubulus.
Australian Dental Jurnal.2011;56:175-180.
Gandolfi MG, Iacano F, Pirani C, Prati C. The use of
calcium-silicate cement to reduce dentine permeability.
J Archived of Oral Biology.2012;57:1054-1061.
Que K, Guo B, Jia Z, Chen Z, Yang J, Guo P, A cross
sectional study: non caries cervical lesions, cervical dentine
hypersensitivity and related risk factors.J Oral
Rehabil.2013;40:24-32.
Ali S, Farooq I. Dentin hypersensitivity: a review of its
etiology, mechanism, prevention strategies and recent
advancement in its management. World Journal of
Dentistry.2013;4(3):188-192.
Larjava H. Oral wound healing: cell biology and clinical
management.1st edition, UK: John Wiley & Sons
Inc,2012:70-73313-315.
St.Louis: 11 th edition, Elsevier,2016 :532-549.
Trushkowsky RD, Godoy FG.Dentin
hypersensitivity;differential diagnosis, test and etiology.
J Conpendium.2014;2(35):99-103.
Camilleri L. Characterization and hydration kinetics of
tricalcium silicate cement for use as a dental biomaterial.
J Dental Material.2011; xxx : 1-9.
Komabayashi T, Spangber LSW.Comparative analysis of
the particle size and shape of commercially available
mineral trioxide aggregate and Portland cement: a study
with a flow particle image analyzer. Journal of
Endodontics. 2008;43:94-98.