Pembingkaian fanpage@DPRamdhanpomanto dalam Melawan Hoax dan Penguatan Citra Wali Kota Makassar
DOI:
https://doi.org/10.32509/jhm.v2i2.1027Abstract
Media sosial bukan lagi sebagai media informasi tetapi juga sebagai media untuk menampung berbagai aktivitas seseorang maupun lembaga. Salah satunya, facebook yang memiliki jejaring luas dipakai untuk menyebarkan kreativitas para pengguna. Penelitian ini membahas fanpage sebagai media sosialisasi yang dikerjakan oleh Wali Kota Makassar. Pendekatannya memakai analisis kualitatif deskriptif melalui teknik pembingkaian model Pan dan Kosicki. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan pembingkaian Wali Kota Makassar terhadap penggunaan akun facebook. Hasilnya menunjukkan bahwa struktur retoris menguatkan citra positif Wali Kota Makassar dan posisinya sebagai pejabat publik paling menonjol dibanding anggota komunitas dan pribadi. Dominannya aktivitas pejabat publik dipakai untuk melawan hoaks dan menyampaikan progres aktivitas sebagai pejabat publik.References
Dennis. (1987). Teori Komunikasi Massa, Edisi 2. Jakarta: Erlangga.
Eriyanto. (2013). Analisis Isi: Pengantar Metodologi untuk Penelitian Ilmu Komunikasi dan Ilmu-Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana.
Eriyanto. (2002). Analisis Framing, Kontruksi Ideologi, dan Politik Media. Yogyakarta: LkiS.
Kriyantono, Rachmat. (2006). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana. McQuail,
Lailis, S. (2014). Peran Personal Branding Elit Politik dalam Pembentukan Identitas Partai Politik (Studi Deskriptif Kualitatif Personal Branding Prabowo dalam Iklan TVC Partai Gerindra). Yogyakarta: Program Studi Ilmu Komunikasi, UIN Sunan KalijagaYogyakarta.
Sobur. A. (2002). Analisis Teks Media. Suatu Pengantar Untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik, Analisis Framing. Bandung: Remaja Rosdakarya.